Cobaan dan Cinta Allah

Pernah terbayang ga sih, saat kita sedang merasa futur, gagal, kosong, tidak berguna, sebenarnya Allah sedang menunjukkan rasa cinta-Nya pada kita? Tanda yang mungkin menarik kita kembali untuk berpasrah dan menghadapi cobaan itu dengan lapang dada dan ikhlas. 

Bisa jadi kegagalan itu sendiri adalah ujian yang mengantarkan kita pada kebaikan kebaikan di bawah cinta Allah.

Bisa jadi kekosongan itu meminta kita perlahan bergerak mengisinya dengan takdir baik yang telah Allah siapkan. 

Seseorang pernah berkata, Allah akan menguji pada sesuatu yang amat kamu cintai. Saat mendengar itu, aku bergidik, khawatir pada anak-anakku. Tercenung dan memikirkan bagaimana caranya agar aku dapat menyambut cinta Allah dengan cinta yang dihadiahkanNya padaku ini. Lalu, tanpa disadari, pikiran pikiran dan perasaanku itu justru menggerakkan kebaikan di setiap kesempatan merawat dan mengurus anak anak. 

Seharusnya aku bisa lebih tenang setiap menghadapi sebuah cobaan. Meskipun kadang kita malah kebingungan dan bertanya-tanya, "Adakah yang salah dalam hidupku?" Padahal Allah telah memberikan sebuah petunjuk, yang akan memudahkan kita membaca diri kita. 

Surah Al-Baqarah ayat 155, 

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." 

Allah tidak akan jauh-jauh dari kita, karena Allah Sang Maha Pencemburu. Allah menyayangi setiap makhlukNya, dan tak pernah sedetikpun membiarkan tanpa pengawasan. 

Surah Al-Ankabut ayat 2

"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan dengan mengatakan: 'Kami beriman' sedang mereka tidak diuji?" 

Tapi kadang harus diakui, kita tidak terbiasa menerjemah cobaan cobaan sebagai cintaNya. Dan malah terhasut dengan prasangka dan tindakan yang melampaui batas. Percayalah, tidak ada yang Allah tidak bisa. Allah tidak akan membiarkan kita, makhlukNya, melalui keadaan apapun di luar kemampuan kita. 

Surah Al-Baqarah ayat 286:

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."









Bandung, 18 Juni 2025. GH.

Comments